Syok adalah sindrom klinis akibat kegagalan sistem sirkulasi untuk mencukupi kebutuhan nutrien dan oksigen untuk metabolisme seluler. Syok terjadi jika salah satu komponen sistem sirkulasi terganggu yaitu jantung, volume intravaskular, dan tonus vaskular.

Berdasarkan ketiga komponen tersebut maka syok diklasifikasi menjadi syok kardiogenik, syok hipovolemik, dan syok distributif (berbagai penyebabnya dapat dilihat di Tabel 1). Satu lagi jenis syok yang dikenal adalah syok obstruktif, yang terjadi akibat hambatan aliran darah keluar dari jantung misalnya oleh tamponade, efusi perikardium masif, atau pneumotoraks.
Tabel 1. Klasifikasi Syok dan Penyebabnya
| Tipe syok | Penyebab |
| Syok Hipovolemik | Perdarahan
Diare Muntah Luka bakar
|
| Syok Distributif | Sepsis
Anafilaksis Obat yang menyebabkan vasodilatasi Trauma medula spinalis |
| Syok Kardiogenik | Aritmia
Kardiomiopati Kontusio miokardium Infark miokardium |
Diagnosis Syok pada Anak
Pada anak, hipotensi bukanlah tanda wajib untuk diagnosis syok karena pada fase awal penurunan curah jantung (fase awal syok), anak mampu melakukan mekanisme kompensasi dengan meningkatkan resistensi vaskular sistemik sehingga tekanan darah masih dapat dipertahankan normal atau bahkan hipertensi. Selain vasokonstriksi, mekanisme kompensasi juga berupa takikardia dalam upaya mempertahankan curah jantung dan tekanan perfusi. Jika mekanisme kompensasi gagal maka akan terjadi keadaan syok dekompensasi, berupa gejala gangguan perfusi pada end organ.
Pemeriksaan fisis
Tanda syok terkompensasi (tanda awal syok):
- Takikardia
- Ekstremitas pucat dan dingin
- Pengisian kapiler memanjang (≥2 detik)
- Denyut perifer lemah dibandingkan dengan denyut sentral
- Tekanan nadi menyempit
- Oliguria
Tanda syok dekompensasi (tanda lanjut syok):
- Penurunan kesadaran
- Hipotensi
- Bradikardia
- Denyut sentral lemah
- Anuria
- Asidosis metabolik
- Sianosis sentral
Perlu diperhatikan adalah pentingnya mengintegrasikan tanda-tanda syok yang ada karena tidak ada satu tanda yang dapat berdiri sendiri sebagai dasar diagnosis.
Perlu diperhatikan adalah pentingnya mengintegrasikan tanda-tanda syok yang ada karena tidak ada satu tanda yang dapat berdiri sendiri sebagai dasar diagnosis.
Pemeriksaan penunjang
Pada dasarnya pemeriksaan penunjang tidak diperlukan untuk mendiagnosis syok, tetapi justru digunakan untuk mencari etiologi, mengevaluasi hipoperfusi dan disfungsi organ, serta gangguan metabolik yang terjadi. Beberapa pemeriksaan awal yang dapat dilakukan adalah:
- Pemeriksaan darah perifer lengkap
- Elektrolit
- Analisis gas darah (arteri dan vena sentral jika memungkinkan)
- Laktat darah
- Glukosa darah
- Pemeriksaan lain sesuai kemungkinan etiologinya (misal: foto toraks untuk melihat edema paru)
Penilaian dan Tata Laksana Awal Syok
Setiap kasus syok harus ditatalaksana segera untuk mengembalikan perfusi dan fungsi organ. Evaluasi awal pasien syok meliputi airway – breathing- circulation, yaitu: pembebasan jalan napas, pemberian oksigen dan bantuan napas, serta menilai tanda vital dibarengi dengan memasang akses vena dan memberikan cairan resusitasi. Oksigen diberikan dengan FiO2 100% tanpa melihat saturasi oksigen saat awal datang, bila perlu lakukan intubasi dan ventilasi (pada klinis ancaman gagal napas). Ventilasi bag-mask dapat dilakukan sambil menunggu persiapan intubasi endotrakeal, sedangkan penilaian saturasi oksigen (pulse oxymetri) dilakukan untuk mengevaluasi oksigenasi dan kualitas perfusi perifer.
dr. Fiona Esmeralda, MM
Reviewed by dr. Pustika Efar, SpA
