Ultimate Guide to Body Hair | Puberty Issues

Memiliki rambut yang tumbuh di berbagai bagian tubuh adalah salah satu tanda pasti periode pubertas.

Istilah medis yang berhubungan adalah pubarche.

Wah? Apa tuh?

Ya, intinya pubarche adalah pertumbuhan rambut pubis pada anak yang merupakan karakter seks sekunder dan sebuah tanda perkembangan pubertas. Bahkan beberapa penelitian menetapkan pubarche sebagai tanda pasti pubertas setelah meneliti 1.155 anak perempuan usia 9 tahun dengan kesimpulan:

Given similar age and height velocities at onset of secondary sexual characteristics, these results suggest that pubarche, the development of pubic hair without breast development, may represent true pubertal maturation. (J Pediatr Adolesc Gynecol. 2008 Dec; 21(6): 323–328. )

Singkatnya: pubarche dapat menjadi tanda kematangan pubertas sesungguhnya.  Prosesnya dimulai sebelum anak mengalami menstruasi pertamanya.

Untuk anak perempuan, selain terdapat pertumbuhan rambut di pubis, juga terdapat pertumbuhan rambut di ketiak. Sedangkan pada anak laki-laki pertumbuhan rambut dapat sangat dominan selain di area kemaluan termasuk rambut di wajah seperti kumis dan jenggot. Anak laki-laki juga dapat mengalami pertumbuhan rambut di badan dalam jumlah yang banyak dan bervariasi seperti di lengan, kaki, paha, dan dada.

 Courtesy of Menstrupedia.com

Understanding Pubic Hair

Pubic hair atau rambut pubis adalah rambut yang ditemukan di area kemaluan pada remaja dan dewasa. Walau seluruh tubuh memiliki rambut halus sejak masih anak-anak, rambut pubis memiliki tekstur yang berbeda, lebih kasar, dan lebih panjang. Pertumbuhan rambut ini dipicu oleh meningkatnya hormon seks saat pubertas.

Courtesy of Menstrupedia.com

Pada anak perempuan, lokasi rambut pubis biasanya di area vulva dan tulang pubis (tulang kemaluan) sedangkan pada anak laki-laki di sekitar penis dan skrotum bahkan dapat hingga paha bagian dalam, sedangkan bagian atas dapat mendekati area pusar.

Courtesy of Menstrupedia.com

Masalah Ga Sih?

Banyak anak perempuan tidak nyaman memiliki rambut ketiak dan kemaluan. Wajar saja karena dari kecil area tersebut tidak terlalu membutuhkan perawatan khusus tetapi sekarang kok rasanya menganggu ya?

Paradigma sosial yang ada seringkali menempatkan perempuan dalam kondisi yang harus tanpa rambut terutama di bagian ketiak. Perhatikan saja di semua iklan media atau foto, pasti ketiak sang model tampak licin dan bersih. Padahal kenyataannya kan tidak begitu ya.

Well, begitulah tuntutan kehidupan.

Tidak demikian halnya tapi pada laki-laki ya. Di berbagai kesempatan sepertinya mereka bebas tampil dengan kondisi ketiak lengkap dengan rambutnya.

Secara medis merapikan rambut ketiak sendiri  memiliki manfaat untuk kebersihan diri (personal hygiene) karena dapat mengurangi kemungkinan timbulnya bau yang tidak sedap.

Berarti recommended dong ya?

Ya, iyalah.

Area ketiak dan kemaluan adalah area lembab yang banyak memiliki rambut dan kelenjar keringat. Sangat mungkin basah dan berkeringat selama beraktivitas sehari-hari. Area demikian akan meningkatkan kemungkinan terbentuknya bau dan pertumbuhan bakteri.

Waduh, sounds icky!

Makanya, walau memiliki rambut di berbagai bagian tubuh adalah hal alami yang terjadi pada semua orang, menjaga kebersihan diri tetaplah hal yang utama.

Rambut Ketiak

Sebenarnya kalau misalnya rambut ketiak itu kita biarkan mungkin ga sih dia tumbuh terus seperti rambut di kepala?

Jawabannya adalah TIDAK.

Rambut ketiak yang dibiarkan tidak terurus akan cenderung lebat, cukup panjang, berantakan, dan tidak teratur. Tetapi tidak akan panjang terus-menerus seperti rambut kepala.

Courtesy of Menstrupedia.com

Nah, sekarang bagaimana mengurusnya?

Daily

  • Bersihkan secara teratur setiap kali mandi dengan sabun biasa.
  • Keringkan dengan baik sebelum memakai baju.
  • Gunakan deodoran dengan wangi netral untuk membantu mengontrol aktivitas kelenjar keringat.
  • Keringkan ketiak jika berkeringat dan gantilah baju jika sudah basah.

Weekly

Merapikan rambut ketiak

Terdapat beberapa metode untuk merapikan rambut ketiak.

  1. Mencukur. Mudah dilakukan sendiri di rumah tetapi harus teratur karena rambut akan tetap tumbuh seperti biasanya.
  2. Wax. Wax bisa dilakukan di rumah atau di tempat wax profesional. Walau lebih menyakitkan prosesnya tetapi dapat menjadi pilihan karena lebih  lama tumbuh kembali.
  3. Laser. Penggunaan sinar laser di layanan profesional memberikan hasil yang lebih permanen namun juga memiliki risiko yang lebih tinggi.

Mencukur adalah metode yang direkomendasikan untuk usia remaja.

Ingat:

Mencukur tidaklah berbahaya dan tidak akan mengakibatkan rambut tumbuh lebih lebat setelahnya.

Tips mencukur rambut ketiak:

  • Basahilah ketiak dengan air hangat selama beberapa menit sebelum mencukur. Jangan mencukur dalam keadaan kering.
  • Sabunilah terlebih dahulu.
  • Cukurlah menggunakan pisau cukur yang bersih dan tajam.
  • Gantilah pisau cukur setelah 3 kali penggunaan agar tetap tajam.
  • Hindari menggunakan deodoran dan berolahraga berat setelah bercukur.

What to Do with Facial Hair?

Pertumbuhan rambut di wajah dalam bentuk kumis dan jenggot bervariasi pada setiap anak remaja laki-laki. Pilihan untuk mencukur adalah keputusan masing-masing individu. Mencukur mungkin awalnya hanya sesekali setiap beberapa minggu tetapi makin lama dapat makin sering seiring dengan kecepatan pertumbuhan rambut setiap anak.

Tips mencukur:

  • Cukurlah sesuai arah pertumbuhan rambut. Prosesnya akan lebih mudah serta hasilnya lebih halus dan merata.
  • Basahilah area yang akan dicukur dengan air hangat agar rambut lebih lunak dan mudah dicukur.
  • Gunakan shaving gel atau krim (bukan sabun) pada wajah. Ratakan pada area yang akan dicukur.
  • Mulai mencukur dari sisi wajah dengan tarikan pendek dan perlahan.
  • Hindari mencukur ulang area yang telah dicukur sebelumnya. Mengulang akan dapat melukai kulit.
  • Cucilah pisau cukur dengan air mengalir setiap dua atau tiga kali tarikan.
  • Terakhir cukurlah area di bawah dagu dan di bagian atas leher.
  • Setelah selesai, cucilah wajah dengan air dingin.

Pastikan mencukur menggunakan pisau cukur yang tajam dan bersih. Jika menggunakan pisau yang tumpul maka dapat mengakibatkan hasil yang tidak merata, kemerahan, dan luka pada kulit. Selain itu, pisau cukur yang kotor dapat mengiritasi kulit dan mengakibatkan infeksi. Oleh karena itu, selalu bersihkan pisau cukur dengan baik setelah mencukur. Jangan pernah meminjam pisau cukur orang lain.

Tips memilih pisau cukur:

  • Pisau cukur perlu diganti pisaunya setiap 5-7 kali penggunaan.
  • Pisau cukur dengan jumlah blade 2 atau lebih memberi hasil yang lebih baik.
  • Pisau cukur dengan bagian yang moveable akan memudahkan dalam mencukur karena dapat mengikuti bentuk wajah.

Read more here.

Hindari:

  • Mencukur dalam kondisi wajah yang kering atau tanpa shaving gel/cream.
  • Menggunakan pisau cukur yang tumpul.
  • Mencukur melawan arah pertumbuhan rambut.
  • Menggunakan aftershave dengan parfum setelah mencukur jika memiliki kulit sensitif.

What to do?

Jika mengalami luka di kulit maka tunggulah hingga sembuh dalam beberapa hari sebelum mencukur lagi. Pastikan kulit telah sembuh sempurna.

Note to Parents

Semua informasi di atas terkesan sepele tetapi pada faktanya belum tentu anak kita sudah memahaminya dengan baik. Dari mana mereka dapat memperoleh informasinya? Dari kita orang tuanya. Ajaklah anak berbicara tentang pertumbuhan rambut yang dialaminya. Memang mungkin terkesan kurang nyaman membicarakan rambut pubis dan ketiak tetapi percayalah, mereka memerlukan informasinya. 

 

 

Keep reading. Stay fit.

 

 

Fiona Esmeralda, dr., MM.

need more help? email to consult@askfionamd.com

Feel free to leave your thoughts :)