Introduction to Breasts and Bras

Pertumbuhan payudara remaja adalah sesuatu yang sangat penting dipahami oleh orang tua dan anak. Informasi lengkap mengenai hal ini masih sulit ditemukan dan dapat menjadi sumber kebingungan bagi si anak yang menjalani proses pubertas. Pada ulasan ini akan dibahas mulai dari anatomi payudara hingga tips memilih bra yang tepat bagi remaja.

Anatomi Payudara

Payudara adalah salah satu organ reproduksi wanita selain organ genitalia internal dan eksternal. Payudara sebagai jaringan yang melingkupi otot dada terbentuk dari jaringan khusus yang mampu memproduksi susu (jaringan glandular) dan jaringan lemak.
Note: Lobe/lobules: kelenjar susu. Ducts: saluran susu menuju puting/nipple. Nipple: puting susu Areola: area gelap sekitar puting susu
Source: The american breast cancer foundation (www.abcf.org)

Ukuran Payudara

Jumlah jaringan lemak menentukan ukuran payudara sedangkan jaringan ikat dan ligamen memberi topangan dan bentuk pada payudara. Jadi ukuran payudara adalah bawaan masing-masing individu.

Ukuran payudara juga tidak berpengaruh pasti pada kemampuan menyusui di masa yang akan datang. Semua perempuan memiliki jumlah kelenjar penghasil susu yang sama berjumlah kurang lebih 15-25 buah dan memiliki 6-10 saluran utama yang menuju puting.

Read more here.

Jadi memiliki ukuran payudara yang lebih kecil bukanlah menjadi masalah kesehatan tetapi mungkin lebih ke masalah estetika dan ekspektasi sosial. Anak perlu memahami bahwa payudara setiap orang berbeda bahkan payudara seseorang bisa tidak simetris dan tidak sama besar satu sisi dengan sisi lainnya. 

Pertumbuhan Payudara Saat Pubertas

Payudara akan mulai berkembang pada usia yang berbeda pada masing-masing anak. Ada yang dimulai dari usia 7 tahun tetapi umumnya pada usia 9-10 tahun, sebelum menstruasi pertama.
Stage 1: Prepubertal. Stage 2: Breast bud stage with elevation of breast and papilla; enlargement of areola. Stage 3: Further enlargement of breast and areola; no separation of their contour. Stage 4: Areola and papilla form a secondary mound above level of breast. Stage 5: Mature stage with projection of papilla only, related to recession of areola.

Source: www.curseonarm.net

Jadi memperhatikan perkembangan payudara remaja menjadi tanda awal yang penting dalam proses pubertas secara keseluruhan. Hal ini dikarenakan perkembangan payudara mudah diamati sebagai tanda kematangan poros hormonal dalam diri anak.

What to Expect

Perubahan Ukuran

Pertumbuhan payudara pada remaja memerlukan perhatian khusus dalam pemilihan bra sebagai support. Oleh karena masih bertumbuh dan berubah maka tentu membeli bra harus dilakukan bertahap dan disesuaikan ukurannya.

Nyeri pada Payudara

Payudara yang bertumbuh biasanya terasa nyeri akibat pengaruh hormon serta bertumbuhnya saluran-saluran dan kelenjar susu. Rasa nyeri terutama jika tersentuh baik sengaja maupun tidak sengaja, dan mungki berubah-ubah mengikuti siklus haid. Hal ini normal dan akan berhenti dengan sendirinya di usia jelang dewasa.

Pastikan anak menggunakan bra yang berukuran pas dan menopang dengan baik untuk mengurangi pergerakan saat beraktivitas.

Tips Memilih Bra

Menggunakan model dan ukuran bra yang tidak tepat dapat menyebabkan gangguan bentuk payudara, rasa tidak nyaman hingga nyeri punggung.

Kenali model yang ada

Di pasaran terdapat sangat banyak model bra. Berbagai model tersebut disesuaikan dengan kebutuhan dan aktivitas wanita sehari-hari. Sebagai remaja yang aktif memilih model bra disarankan yang simpel, mampu menopang payudara dengan sempurna, dan terbuat dari bahan yang dapat menyerap keringat dengan baik.

Model bra dengan kawat penyangga memang terlihat menarik dengan model yang lebih cantik dan bervariasi tetapi sebenarnya kurang baik digunakan untuk remaja putri. Hal ini disebabkan kawat penyangga dapat menganggu perkembangan bentuk.

Sebagai remaja, tidak perlu memilih bra bermodel rumit dan dengan busa tebal karena akan kurang nyaman dikenakan sepanjang hari. Model yang menjadi favorit remaja adalah sports bra (bra olahraga) karena nyaman digunakan sehari-hari untuk berbagai kegiatan termasuk berolahraga tentunya.

Aku ukuran berapa ya?

Bra memiliki ukuran dalam kombinasi angka dan huruf. Misalnya 32A. Angka mewakili lingkar dada sedangkan huruf adalah besar cup payudara. Cup A dan B adalah normal untuk orang Indonesia sedangkan di luar negeri cup dapat berukuran hingga D bahkan F.

Jika kita memakai ukuran bra yang tepat angkanya tetapi terlalu kecil cup-nya maka akan terasa tidak nyaman. Sebaliknya jika cup yang digunakan terlalu besar maka payudara tidak dapat ditopang dengan baik.

Berikut adalah ilustrasi cara mengukur payudara untuk memperoleh ukuran bra yang tepat. Pada remaja pengukuran harus dilakukan berkala setiap kali hendak membeli bra.

Common Problems

Read more thorough solution here.

Sebagian besar masalah dalam pemakaian bra memang membutuhkan pengukuran ulang payudara dan menyesuaikan model bra dengan kondisi payudara setiap orang. Beberapa toko menyediakan konsultan khusus yang akan membantu memilih bra yang cocok.

Tips on Choosing Your Bra

  • Mulailah dengan model miniset (training bra) yang berbentuk sangat mirip dengan kaus dalam anak untuk membiasakan menggunakan bra.
  • Pilihlah bahan yang menyerap keringat seperti kaus atau katun.
  • Belilah model yang simpel untuk sehari-hari.
  • Jangan memilih bra dengan penyangga kawat karena payudaramu masih bertumbuh.
  • Cobalah di toko terlebih dahulu sebelum membeli karena setiap model bisa terasa berbeda saat dikenakan.
  • Sesuaikan ukuran secara berkala.
  • Saat memakai sesuaikan panjang tali dan posisi kait agar nyaman dikenakan.

       Source: www.pixabay.com

Memelihara Kesehatan Payudara

Payudara sebagai bagian dari kulit tubuh dapat dijaga kesehatannya sehari-hari dengan membersihkan dengan lembut saat mandi dengan sabun. Hindari menggunakan pembersih yang berbahan kasar dan iritatif.

Sabunlah dengan menyeluruh terutama di bagian bawah payudara. Bagi wanita yang memiliki payudara dengan ukuran relatif besar, bagian bawah payudara mudah lembab dan menjadi tempat berkumpulnya bakteri. Pastikan mengeringkan dengan baik sebelum memakai bra.

Sesekali periksalah payudara untuk mencari benjolan atau kelainan yang mungkin timbul. Benjolan pada payudara belum tentu bersifat ganas. Namun, wanita dengan riwayat keluarga menderita kanker payudara perlu berkonsultasi rutin dengan dokter dan menjalani pemeriksaan yang lebih intensif.

Studi menunjukkan bahwa aktivitas fisik rutin dapat menurunkan risiko kanker payudara. Demikian juga dengan

  • mengurangi minuman beralkohol
  • tidak merokok
  • mengkonsumsi diet rendah lemak
  • menghindari makan daging merah, processed food, dan makanan tinggi kacang kedelai (soy-based diet).

Menyusui (setidaknya selama 6 bulan) dan menghindari obesitas juga bermanfaat dalam mengurangi risiko kanker payudara.

Source: www.teens4pink.org

When to see a doctor

Anak perlu pergi menemui dokter jika pertumbuhan payudara belum mulai di usia 15 tahun.

Beberapa keluhan lain yang perlu diperhatikan:
  • jika menemukan benjolan baru atau benjolan yang semakin besar atau tidak berubah ukurannya dengan siklus bulanan.
  • keluarnya cairan dari puting susu yang bukan berupa air susu
  • pembesaran payudara
  • kulit  payudara yang teriritasi
  • infeksi payudara
  • nyeri pada puting susu

 

Read more on signs of breast cancer here.

Keep reading. Stay fit.

Fiona, MD

email: consult@askfionamd.com

Comments

  1. waini butuh sekali saya. terimakasih infonya ya 🙂

  2. antik says:

    Infonya Bermanfaat banget nih, mampir juga ya kesini Resep Masakan Bali

Leave a Reply to rumahsurgablog Cancel reply