Ketika Anak Lebih Pendek dari Teman Sebayanya

My first born was short for her age. Di kelasnya, dia yang paling pendek and sometimes she gets bothered by it. Untuk saya pribadi sih tidak masalah karena menjadi yang paling pendek kadang punya kelebihan seperti selalu duduk dan berbaris di depan, tidak terhalang oleh teman-teman yang lain.

But for her, being short and all, it also entails that she is kiddie like and not yet a teen, unlike most of her friends.  Mungkin itu yang lebih mengganggu. Anak remaja memang tidak ingin tampil beda apalagi tampil kekanakan.  I told her that people come in different sizes and some adults are still very short but they can be successful, too, naming some people that she know who are short in stature .

Tapi, di usia remaja menjadi sukses itu kayaknya jauh ya. Being cool or part of the crowd is far more important.

Secara medis, tinggi anak ditentukan terutama dari genetik orang tua, sama seperti halnya dengan warna mata, rambut, dan kulit yang juga diwariskan.

Perhitungannya menggunakan rumus di bawah ini: (source:MayoClinic)

  • Jumlahkan tinggi ibu dan ayah (dalam cm)
  • Tambahkan 13 cm (untuk anak laki-laki) atau kurangkan 13 cm (untuk anak perempuan)
  • Hasilnya dibagi dua

Angka tersebut masih perlu ditambah atau dikurang 8,5 cm untuk mengakomodasi variasi tinggi.

Variasi ini yang dipengaruhi oleh gizi dan aktivitas. Semua orang sudah tahu sih kayaknya kalau mau tumbuh tinggi juga harus makan sehat, terutama zat pembangun seperti protein dan kalsium untuk pertumbuhan tulang.  Tapi tidak harus minum susu loh karena susu bukan satu-satunya sumber kalsium. Kalsium juga terdapat di:

  • tulang ikan yang bisa dimakan seperti sarden (dalam kaleng dapat dimakan tulangnya), ikan teri atau ikan mas balita yang dimakan utuh.
  • keju (1 ons: 202 mg)
  • susu segar
  • yogurt atau kefir (1 mangkuk 488 mg)
  • sayuran mentah seperti kale, okra, bok choy, brokoli, dan kangkung)
  • kacang almond (1 ons: 73,9 mg)

Gangguan pertumbuhan memang menjadi perhatian orang tua bahkan sejak masa bayi. Pengukuran fisik antropometrik memang serta membandingkannya dengan tabel standar menjadi cara untuk mendiagnosis gangguan atau kelainan pertumbuhan fisik. Read more on mikrosefali.

Selain gangguan pertumbuhan ada banyak juga masalah kesehatan anak yang turut menjadi perhatian orang tua seperti demam dan sembelit pada anak hingga breath holding spells yang mencemaskan hingga masalah anak yang perlu disunat.

Tetapi sebenarnya that is just on facet of teen life. Topiknya bisa tinggi badan, gaya baju, sepatu terbaru, muka kinclong, dsb. Kids just want to belong. Well, adults, too actually tetapi mungkin kita sudah lebih dewasa menyikapinya dan bisa menutupinya jika kita resah atau galau dengan penampilan kita.

Menurut saya, saat seperti ini adalah waktu yang tepat untuk membersamai anak. Berdiskusi bersama about the important things in life selain appearance. About being kind, being a good and honest person, about hard work, and being smart. Kedengarannya klise banget ya tetapi that is the thing to do.

Masa remaja adalah masa anak bereksplorasi, mencoba sesuatu yang baru, memikirkan ide baru. Tentu perlu tuntunan, perlu teman, perlu arah. Siapa lagi jika bukan kita? Kan tidak mungkin kita menyerahkan semua problema dan kekhawatiran anak kepada temannya saja.

Tetap semangat dan berprestasi:)

 

 

Keep reading. Stay healthy.

 

 

Follow IG @teenhub.ID for updates and great activities for teens.

 

Feel free to leave your thoughts :)