Vaksinasi pada Bayi Prematur

Sebanyak empat juta bayi (2,2 juta berusia 1-6 bulan) diperkirakan meninggal per tahun akibat infeksi.  Sebagian besar dari infeksi ini bersifat dapat dicegah dengan vaksin. Bayi lahir prematur (<37 minggu) atau dengan berat lahir rendah (<2.500 gram), adalah bayi-bayi dengan risiko tinggi tingkat kematian dari penyakit yang dapat dicegah oleh vaksin (vaccine preventable diseases).

Bayi prematur seringkali tidak memperoleh imunisasi pada waktu yang tepat karena banyaknya komplikasi medis yang dialaminya. Dokter sering khawatir akan kelemahan bayi dan kemampuannya untuk mengembangkan imunitas setelah diberikan vaksin rutin. Kemajuan dalam perawatan bayi dengan berat lahir rendah telah meningkatan survival rate secara bermakna dan dengan demikian menambah tantangan dalam pemilihan imunisasi yang sesuai untuk bayi dengan sistem kekebalan humoral/selular terganggu atau imatur. Pada usia 8 minggu (yaitu usia imunisasi pertama), bayi prematur memiliki jumlah absolut limfosit, sel T, sel B, dan sel T helper dan ratio CD4/CD8 yang lebih rendah dari bayi cukup bulan. Namun, secara fisiologis bayi prematur dapat merespon vaksinasi dengan lebih baik dari yang diduga akibat transfer antibodi ibu melalui plasenta. Transpor IgG maternal dimulai pada usia kehamilan 17 minggu dan meningkat hingga akhir kehamilan. Bayi prematur akan memiliki konsentrasi antibodi ibu yang rendah. Walau hal ini menjelaskan rentannya akan  terjangkit infeksi, ini juga memberikan respon vaksin yang lebih baik. Pertimbangan lain adalah bayi prematur memiliki banyak faktor iatrogenik. Bayi prematur terekspos kortikosteroid baik antenatal atau postnatal, dan mungkin menerima transfusi darah dan imunoglobulin selama perawatan. Hal-hal tersebut dapat mempengaruhi respon imun bayi. Beberapa penelitian telah mempelajari keamanan, imunogenisitas, efikasi, dan durabilitas dari respon imun terhadap virus yang telah dilemahkan dalam vaksin.

Rekomendasi saat ini adalah semua bayi prematur dapat menerima dosis vaksinasi rutin kecuali vaksin hepatitis B saat lahir. Jadwal pemberian vaksin mengacu pada usia kronologis bayi dan sama  dengan jadwal yang digunakan oleh bayi cukup bulan.

 

Lihat jadwal vaksinasi IDAI terbaru.

 

 

dr. Fiona Esmeralda, MM

 

Saari, Thomas N, Immunization of Preterm and Low Birth Weight Infants, Pediatrics, Volume 112/Isssue 1, July 2003

Bonhoeffer J, C-A Siegrist, and PT Heath. Immunisation of Premature Infants. Arch Dis Child. 2006 Nov; 91(11): 929–935.

 

Feel free to leave your thoughts :)