Keganasan pada Anak

Walaupun kasus keganasan pada anak tidak banyak, kanker anak adalah salah satu penyebab kematian pada anak. Pada 2014 diestimasikan 15.780 anak dan remaja usia 0-19 tahun terdiagnosis dengan kanker. Tipe keganasan yang paling sering dijumpai adalah leukemia, otak dan susunan saraf pusat (SSP), limfoma (hodgkin dan Non Hodgkin’s), rhabdomyosarcoma, neuroblastoma, Wilms tumor, retinoblastoma, dan kanker tulang (osteosarkoma dan Ewing’s tumor).

Penemuan terbaru dalam terapi kanker menyebabkan tingginya 5 year survival rate terutama pada kanker acute lymphoblastic leukemia (ALL) yang merupakan jenis kanker terbanyak pada anak. Namun, untuk jenis-jenis kanker lain, survival rate prognosisnya tetap rendah.

Penyebab kanker anak masih tidak diketahui. Sebagian kecil akibat mutasi genetik dan berhubungan dengan Down Syndrome.

 

Leukemia

Leukemia yaitu kanker darah dan sumsum tulang adalah jenis kanker anak yang paling sering dijumpai (hingga 30% kasus). Jenis yang paling umum adalah ALL (acute lymphocytic leukemia) dan AML (acute myelogenous leukemia). Keluhannya adalah nyeri sendi, kelelahan, lemah, kulit pucat, perdarahan, atau lebam, turun berat badan, demam, dll.

 

Kanker Otak dan Susunan Saraf Pusat (SSP)

Tumor otak dan SSP adalah jenis kanker kedua yang umum dijumpai pada anak. Ada banyak jenis tumor otak dengan penanganan yang berbeda-beda. Kebanyakan tumor pada anak muncul pada bagian bawah otak seperti serebelum atau batang otak dan menyebabkan keluhan sakit kepala, mual, muntah, penglihatan ganda, pusing, kesulitan berjalan, dll.

 

Neuroblastoma

Neuroblastoma dimulai dalam bentuk sel saraf yang ditemukan pada embrio yang sedang berkembang. Tipe kanker ini muncul pada bayi dan anak kecil, jarang >10 tahun. Tumor ini dapat muncul di mana saja tetapu biasanya muncul di bagian abdomen dan diketahui sebagai benjolan. Juga dapat menyebabkan nyeri tulang dan demam.

 

Wilms Tumor

Disebut juga nefroblastoma dan mulai pada salah satu ginjal (jarang pada kedua ginjal). Paling sering dijumpai pada anak usia 3-4 tahun dan jarang >6 tahun. Dapat ditemukan sebagai benjolan pada abdomen dengan kadang keluhan lain seperti demam, mual, atau nafsu makan kurang.

 

Limfoma

Kanker tipe ini dimulai pada sel sistem imun yang disebut limfosit. Paling sering bertumbuh pada kelenjar getah bening dan jaringan limfe lainnya. Limfoma dapat juga mempengaruhi sumsum tulang dan organ lain sehingga menimbulkan gejala yang berbeda tergantung lokasi tumor. Limfoma dapat menyebabkan keluhan turunnya berat badan, demam, kelelahan, keringat, dan benjolan (KGB) di bawah kulit di aksila, leherm atau inguinal. Dua tipe lomfoma yaitu Hodgkin dan Non Hodgkin.

  • Limfoma hodgkin jarang pada anak <5 tahun.
  • Lomfoma Non Hodgkin lebih sering terjadi pada anak namun jarang <3 tahun.

 

Rhabdomyosarcoma

Rhabdomyosarcoma dimulai dari sel yang membentuk sel otot. Tipe kanker ini dapat berada di mana saja dan menyebabkan nyeri, benjolan atau keduanya.

 

Retinoblastoma

Retinoblastoma adalah tumor mata dan muncul pada anak usia < 2 tahun dan jarang pada usia > 6 tahun. Retinoblastoma mengakibatkan mata anak tampak putih atau pink jika pupil disinari cahaya dan tidak merah seperti seharusnya.

 

Kanker tulang

Kanker tulang primer paling sering terjadi pada anak yang sudah besar atau remaja. Ada dua jenis kanker tulang pada anak yaitu osteosarkoma dan ewing sarkoma.

  • Osteosarkoma paling umum pada remaja dan muncul di bagian mana tulang bertumbuh dengan cepat seperti ujung tulang panjang pada lengan atau kaki. Seringkali menyebabkan nyeri atau benjolan.
  • Ewing sarkoma lebih jarang ditemui namun juga menyebabkan nyeri tulang dan benjolan. Paling sering ditemukan pada remaja dan mulai di area pelvis, dinding dada (iga atau skapula) atau bagian tengah tulang panjang.

 

 

 

dr. Fiona Esmeralda, MM
Sumber:

www.cancer.gov

www.cancer.org

 

Feel free to leave your thoughts :)