Let’s Start


Have you ever been worried about your soon-to-be-teenager child?

Have you give them enough information? Does he/she knows all the right things already?

Are you worried that your child looks for information online? Or from a friend?

But maybe it is hard to find the right time to talk in private?

Or even harder to gather up the topics to share with your child.

 

Well then, welcome!

Sebagai seorang ibu dari 3 orang anak perempuan dalam rentang usia 6-14 tahun, saya sangat tertarik dengan topik kesehatan sejak pertama kali hamil. Saat ini minat saya bergerak ke arah kesehatan remaja seiring perkembangan anak pertama saya.

Ternyata memiliki anak pra-remaja bukan berarti hidup semakin mudah. Pasti kita sering mendengar keluh kesah orang tua tentang anaknya yang moody, menjauh, atau tertutup. Wah, beda banget dengan si anak bayik yang selalu menempel ke sana ke mari dan bahkan sangat kita harapkan untuk bisa bermain sendiri 5 menit saja saat kita menarik napas dan makan sebentar.

Tetapi perubahan emosional anak remaja bukanlah satu-satunya tantangan kehidupan mereka. Dari yang saya baca, remaja juga memiliki sejumlah masalah dan risiko kesehatannya sendiri. Mulai dari belajar matang secara seksual dengan mengalami proses pubertas hingga terpapar pornografi, pergaulan bebas, dan obat terlarang. Ditambah lagi dengan beragam isu lain seperti gizi, hygiene, depresi, penyakit, dsb. Remaja menjadi kelompok usia yang rentan tetapi juga sort of ignored.

Yang menarik juga bagi saya adalah bahwa informasi yang anak perlukan kadang tidak mereka dapatkan. Orang tua kadang acuh atau menghindar membicarakan topik-topik berat dengan anak dengan alasan risih. Anak yang demikian tentu akan tetap mencari tahu. Mungkin bertanya kepada temannya yang juga tidak tahu atau berpaling ke internet yang tidak pasti memiliki informasi yang akurat. They are just lost. Mereka harus belajar otodidak sambil menyisir informasinya sendiri. Sungguh sulit dan berbahaya membiarkan mereka berpetualang sendiri di dunia remaja tanpa dasar dari orang tua.

 

Why?

Because there is so much going on and so much is expected of them.

Besides growing very rapidly, teens are also expected to be more independent, studying hard, adapting with new environment, taking good care of themselves, and all at the same time. In this period, parents should be ever present for their children. They may not have similar demands as a toddler but they still need you to be with them.

Reproductive and mental health problems are still the main issues that we need to prioritize.

But as parents, sometimes we don’t know what to do or say. It is often explained that parents should be the child’s first information source. Parents should prepare the materials and talk to your child about puberty and reproductive health. Easier said than done.

Oleh karena itu, saya sedikit demi sedikit menyusun pikiran-pikiran yang tercecer menjadi tulisan terstruktur dengan rujukan media terpercaya dalama askfionamd.com sebagai blog kesehatan remaja.

 

Semoga blog ini bisa menjadi sumber informasi bagi orang tua dari anak remaja yang mencari informasi terpercaya.

(click to read more on me)

 

 

Selamat membaca!

 

 

 

 

Fiona Esmeralda, dr, MM

www. askfionamd.com  | blog kesehatan remaja

WA 081377977730

consult@askfionamd.com